Pengumuman tentang Seleksi Calon Anggota PPK Pemilihan Serentak Tahun 2020

Pengumuman tentang Seleksi Calon Anggota PPK Pemilihan Serentak Tahun 2020



P E N G U M U M A N
Nomor : 24/PP.04.2.PU/7302/KPU-Kab/I/2020

TENTANG

SELEKSI CALON ANGGOTA PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN
UNTUK PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI BULUKUMBA TAHUN 2020


Dalam rangka Seleksi Calon Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan, untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba Tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bulukumba mengajak masyarakat Kabupaten Bulukumba yang memiliki kualifikasi untuk mendaftarkan diri menjadi Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan untuk Pemilihan Tahun 2020 dengan ketentuan sebagai berikut :

....................................................................................
untuk Pengumuman Secara lengkap dapat dilihat dan didownload pada link berikut :

1. Pengumuman; (Lihat dan Download)
2. Format Daftar Riwayat Hidup; (Lihat dan Download)
3. Format Surat Pendaftaran Calon Anggota PPK; (Lihat dan Download)
4. Format Surat Pernyataan Calon Anggota PPK. (Lihat dan Download)
Jalankan Amanah dengan Baik

Jalankan Amanah dengan Baik

Jakarta – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman melantik empat Anggota Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk Kab Sidenreng Rappang (1 orang), Kota Palopo (1 orang), Kab Ogan Komering Ilir (1 orang) serta Kab Karawang (1 orang), di Gedung KPU RI, Kamis (9/1/2020).

Dalam pesannya, Arief menyampaikan selamat kepada anggota yang baru dilantik. Meski begitu pria asal Jawa Timur mengingatkan bahwa makna selamat yang sesungguhnya baru terasa ketika anggota KPU sukses menuntaskan tugasnya hingga akhir masa jabatan. “Ucapan selamat yang sesungguhnya bagi anda itu diakhir masa jabatan. Apakah anda mampu menjalankan amanah ini dengan baik atau tidak,” kata Arief.

Arief mengatakan bahwa untuk sukses hingga akhir masa jabatan, maka setidaknya ada tiga bekal yang harus dipegang teguh oleh penyelenggara pemilu. Pertama bekerja transparan, kedua bekerja secara tim (team work) dan ketiga bekerja dengan penuh integritas.

Hal lain yang juga penting dalam mengantar sukses sebagai penyelenggara adalah keterlibatan keluarga dalam menjaga anggota keluarganya bertugas sebagai penyelenggara. Peran keluarga menurut Arief dapat mencegah apabila ada hal yang ganjil yang berpotensi dilakukan oleh anggota keluarganya. “Jaga nama baik anda, nama baik institusi, KPU dan yang paling penting jaga demokrasi kita,” tutup Arief.

Empat anggota PAW KPU kab/kota yang dilantik tersebut antara lain Akhwan Ali (Sidenreng Rappang), Surahman (Kota Palopo), Amrullah (Kab Ogan Komering Ilir), Mulyana (Kab Karawang).

Sumber Berita : kpu.go.id
Tiru Sukses Pemilu, Pilbup Tana Toraja Jangan Terbuai

Tiru Sukses Pemilu, Pilbup Tana Toraja Jangan Terbuai

Makale – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja 2020 resmi diluncurkan, di Makale, Rabu (8/1/2020). Kegiatan yang diselingi dengan jalan santai bertema “Menuju Pilkada Damai" ini jadi tonggak dimulainya tahapan pemilihan yang muaranya pada pemungutan suara pada 23 September 2020.

Anggota KPU RI Viryan yang hadir pada peluncuran ini memupuk optimis jajarannya (penyelenggara pemilu di Kabupaten Tana Toraja) bahwa sukses partisipasi pemilih Pemilu 2019 lalu sebesar 82 persen yang harus diulang pada pemilihan kepala daerah nanti. Menurut pria asal Kalimantan Barat, prestasi ini juga berkat kerjasama yang baik antara penyelenggara pemilu dengan pemerintah daerah yang terjalin cukup baik. “Bahwa pemilihan kepala daerah juga ditentukan oleh masyarakat itu sendiri dan sangat tergantung pada kita sendiri,” ujar Viryan.

Meski begitu Viryan tetap mengingatkan bahwa optimisme tidak juga berarti jajarannya menjadi terbuai. Tetap dia mendorong agar setiap tahapan dilakukan dengan baik guna mencapai tujuan pemilihan kepala daerah yang sukses. “Karena bebannya tinggal seperlima dari Pemilu 2019, kita (tidak lagi) pakai 5 kotak suara, di Pemilihan 2020 hanya tinggal 1 kotak,” ucap Viryan.

Ketua KPU Sulawesi Selatan Faisal Amir mengingatkan bahwa Pemilihan Tana Toraja adalah milik semua, bukan hanya tanggung jawab KPU selaku penyelenggara. Untuk itu dibutuhkan peran dari seluruh elemen masyarakat menjaga kondusivitas dengan saling menghargai, toleransi dan menjagai kedamaian. “Masyarakat Tana Toraja ini maju pemikirannya, masyarakat cinta damai sehingga kita dapat mewujudkan pemilihan terbaik bahkan diseluruh Indonesia,” tuturt Faisal.

Dikesempatan lain, Ketua KPU Kabupaten Tana Toraja, Rizal Randa, mengungkapkan kesiapan Tana Toraja menyelenggarakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020. Mulai dari kesiapan anggaran hingga berkoordinasi dengan stakeholder terkait guna terciptanya pemilihan yang berjalan lancar. “Kami bersyukur tidak mengalami kendala seperti yang dialami oleh beberapa daerah lain di Indonesia,” ungkap Rizal.

Sementara itu Peluncuran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja 2020 diawali dengan membunyikan gendang sebanyak tiga kali dan pelepasan balon oleh Anggota KPU RI Viryan, Ketua KPU Provinsi Sulawesi Selatan, Bupati. Serta diperkenalkan ke publik maskot Pemilihan Tana Toraja 2020, Katokkon.

Sumber : kpu.go.id
Kronologis Penetapan PAW, KPU Telah Bekerja Sesuai Aturan..

Kronologis Penetapan PAW, KPU Telah Bekerja Sesuai Aturan..

Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menjalankan proses Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota Legislatif sesuai aturan berlaku. Penegasan ini disampaikan usai dibacakannya kronologis penetapan Calon Anggota Legislatif PAW hasil pemilu 2019 untuk PDI Perjuangan Dapil Sumsel I.  
Pernyataan ini juga disampaikan guna mengklarifikasi opini yang berkembang dimasyarakat pasca ditangkap dan ditetapkannya Anggota KPU RI periode 2017-2022, berinisial WSE oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai Tersangka dugaan kasus suap Penetapan PAW Caleg terpilih Dapil Sumsel I.

Dalam kronologis yang dijabarkan Komisioner KPU RI, Evi Novida Ginting, ditegaskan bahwa tata cara PAW Calon Terpilih Anggota DPR RI telah jelas diatur dalam peraturan perundangan-undangan. Hal ini juga yang jalankan untuk PAW hasil Pemilu Tahun 2019 dari PDI Perjuangan, Dapil Sumatera Selatan I telah ditetapkan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Berdasarkan hasil Rekapitulasi Nasional tanggal 21 Mei 2019 sebagaimana tersebut pada angka 7 huruf (e), KPU melaksanakan Rapat Pleno penetapan kursi dan Calon 
Terpilih pada tanggal 31 Agustus 2019 dan menetapkan antara lain untuk Dapil DPR Sumsel I yakni DPP PDI Perjuangan memperoleh satu kursi dan Calon Terpilih atas nama Rezky Aprilia," tegas Evi dalam Konferensi Pers di Gedung KPU RI, Jumat (10/1/2020).

Dijelaskan pula bahwa sebelumnya, DPP PDI Perjuangan telah dua kali melalui DPR RI mengirimkan surat kepada KPU yang pada intinya meminta KPU melaksanakan Putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia Nomor 57P/HUM/2019 tanggal 19 Juli 2019 atas Judicial Review Pasal 54 ayat (5) huruf (k) dan Pasal 55 ayat (3) Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019.

Menanggapi surat ini KPU melalui keputusan Rapat Pleno yang dihadiri seluruh Komisioner KPU menyampaikan tidak dapat mengakomodir permohonan karena tidak sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku.

"Amar putusan MA juga tidak secara eksplisit memerintahkan hal yang diminta oleh DPP PDI Perjuangan kepada KPU," tambah Evi.

Menurut Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi lantaran tidak adanya perubahan pada penetapan Calon Terpilih atas nama Rezky Aprilia menunjukan tak ada celah yang bisa dilakukan untuk mengubah dengan nama caleg lainnya.

"Soal PAW ini tidak ada celah sama sekali di internal kita untuk main-main, karena betul-betul sifat kita hanya administratif sekali. Jadi benar-benar tidak ada ruang kita untuk memainkan siapa yang terpilih berikutnya, karena daftar urut perolehan suara ada dan itu diumumkan kepada publik, Undang-undangnya jelas. Jadi kita hanya menerima proses adminstrasi dari DPR atau DPRD kemudian kita hanya menjawab perolehan suara berikutnya siapa, jadi dalam proses PAW tidak ada ruang," jelas Pramono.

Menegaskan hal serupa, Komisoner KPU RI, Hasyim Asy'ari mengatakan bahwa sebelum adanya penangkapan WSE, sikap kelembagaan KPU sudah jelas dalam menetapkan calon terpilih.

"Surat ketiga yang diterbitkan KPU 7 Januari 2020 artinya Selasa lalu nah peristiwanya Rabu siang, artinya Keputusan sudah dibuat dan tidak ada celah, dan semua setuju. Surat ini substansinya senada dari surat 26 Agustus 2018 jadi kalau ditanya ada celah atau tidak yang perlu kami tegaskan adalah sikap kelembagaan menjawab surat sejak 7 Januari 2020," lanjut Hasyim.

Selain menjabarkan Kronologi Penetapan Calon Terpilih Anggota DPR Pemilu Tahun 2019 PDI Perjuangan, Dapil Sumatera Selatan I, melalui kesempatan itu juga Ketua KPU RI, Arief Budiman menunjukkan kepada masyarakat Surat Pengunduran Diri WSE yang ditujukan kepada Presiden RI. Nantinya Surat bertandatangan di atas materai itu akan dikirimkan sesegera mungkin kepada Presiden RI.

Sebagai penutup, Arief berharap peristiwa yang menjerat salah satu anggota KPU RI dapat menjadi pembelajaran untuk seluruh jajaran KPU di daerah agar lebih mawas diri dan menjaga integritas dalam bekerja.

"Untuk menjaga integritas penyelenggara pemilu. KPU sudah membuat peraturan kode perilaku dan sudah kita sosialisasikan sampai jajaran paling bawah termasuk mekanisme pengawasan internal kita. Mudah-mudahan peristiwa ini menjadi pelajaran berharga buat kita dan semakin membuat kita mawas diri, berhati-hati dan semakin meningkatkan integritas kita," tandas Arief.

Sumber Berita : kpu.go.id